Odette: Perjalanan Kuliner Tradisi, Inovasi, dan Keberlanjutan
Odette: Perjalanan Kuliner Tradisi, Inovasi, dan Keberlanjutan
Odette adalah restoran Singapura yang dengan cepat mendapatkan pengakuan internasional sejak didirikan pada tahun 2015. Didirikan oleh koki Prancis Julien Royer bekerja sama dengan Grup Lo & Behold lokal, restoran ini menyajikan perpaduan halus dari teknik kuliner Prancis klasik dengan pengaruh Asia dan Singapura yang halus. Royer menamai restoran itu untuk menghormati neneknya, yang hasratnya untuk memasak sederhana namun berseni sangat membentuk filosofi kulinernya. Penghormatan ini terbukti dalam setiap hidangan yang disajikan di Odette, di mana bahan-bahan diperlakukan dengan penghormatan seni rupa.
Bertempat di sayap Mahkamah Agung Galeri Nasional Singapura, Odette menempati ruang seluas 3.100 kaki persegi yang memancarkan keanggunan dan sambutan hangat. Interiornya dirancang dengan cermat oleh Sacha Leong dari Universal Design Studio, yang pmsantoshahospital.com menggunakan palet warna putih dan merah muda muda muda untuk menciptakan suasana yang halus. Fitur penting dari ruang makan adalah instalasi gantung berjudul A Theory of Everything, yang dibuat oleh seniman Singapura Dawn Ng. Instalasi, yang menggunakan foto-foto cetak bahan-bahan yang disusun di atas panel kayu ek, menggarisbawahi komitmen restoran terhadap kemurnian dan kesederhanaan bahan. Tempat duduk sangat intim, dengan kapasitas 38 pengunjung di ruang makan utama dan ruang pribadi tambahan yang menampung hingga delapan tamu, sehingga menumbuhkan suasana yang sekaligus eksklusif dan mengundang.
Masakan Odette dibedakan oleh keseimbangannya yang halus antara tradisi dan modernitas. Sementara hidangan menghormati teknik Prancis klasik—seperti penggunaan saus tradisional yang mengikat unsur-unsur hidangan bersama-sama—pendekatan inovatif Royer terwujud dalam interpretasi ulang resep adat. Persembahan khas seperti telur organik asap rosemary, teh jamur, dan hidangan bit pusaka yang disusun secara kreatif mencontohkan sintesis ini. Bahan-bahan bersumber dari produsen kecil di seluruh dunia—dari Australia dan Jepang hingga Eropa—memastikan produk berkualitas tinggi sekaligus memberi penghormatan kepada musiman dan terroir.
Di luar penguasaan kulinernya, Odette telah merangkul keberlanjutan dengan merancang menunya untuk meminimalkan limbah makanan. Setiap bahan digabungkan dengan cermat, mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap kesadaran lingkungan di tengah standar santapan mewah yang tinggi. Layanan restoran yang patut dicontoh, dikombinasikan dengan presentasi artistik dan inovasi kulinernya, tidak hanya memikat pengunjung lokal tetapi juga mendapatkan penghargaan bergengsi, termasuk tiga bintang Michelin dan penempatan teratas di Asia’s 50 Best Restaurants.
Perjalanan Julien Royer dari perannya sebagai kepala koki di Jaan yang terkenal di Singapura hingga mendirikan Odette menyoroti dedikasinya untuk mengembangkan keunggulan gastronomi. Visinya menetapkan tolok ukur baru untuk santapan mewah modern di Asia, di mana seni kuliner bertemu dengan praktik berkelanjutan. Di kota yang terkenal dengan pemandangan makanannya yang semarak, Odette terus mendefinisikan ulang pengalaman bersantap, menawarkan kepada pelanggan pertemuan yang tak terlupakan dan imersif yang merayakan tradisi dan inovasi masakan kontemporer.