fbpx

Beach Chalet & Chilli Crab: Ikon Pesisir San Francisco dan Asia Tenggara

Beach Chalet & Chilli Crab: Ikon Pesisir San Francisco dan Asia Tenggara

Beach Chalet adalah landmark bersejarah dan tujuan bersantap populer yang terletak di tepi barat Golden Gate Park di San Francisco, menawarkan pemandangan Samudra Pasifik yang indah. Dirancang oleh arsitek Willis Polk, bangunan bergaya Kebangkitan Kolonial Spanyol dibuka pada tahun 1925 sebagai restoran yang dikelola kota dan termasuk ruang ganti untuk pengunjung pantai.

Selama bertahun-tahun, bangunan ini melayani berbagai tujuan, termasuk sebagai markas pertahanan pantai Angkatan Darat AS selama Perang Dunia II dan kemudian sebagai aula sosial Veteran Perang Asing (VFW). Setelah periode penurunan dan penutupan, Beach Chalet mengalami renovasi besar-besaran dan dibuka kembali pada tahun 1996. Saat ini, ia menampung Beach Chalet Brewery & Restaurant di lantai atas dan Park Chalet Garden Restaurant di lantai dasar, keduanya dioperasikan oleh pemilik Gar dan Lara Truppelli.

Beach Chalet Brewery & Restaurant menawarkan masakan Amerika modern dan bir buatan tangan yang diseduh di tempat. Sorotan menu termasuk hidangan seperti flounder panggang dengan pure akar seledri, sup krim makanan laut, dan berbagai pilihan makan siang seperti kue kepiting Benediktus dan parfait yogurt Yunani. Restoran ini memiliki jendela besar yang memberikan pemandangan laut yang menakjubkan bagi pengunjung, terutama saat matahari terbenam.

Selain penawaran kulinernya, Beach Chalet terkenal dengan fitur artistik dan arsitekturnya. Lantai dasar menampung Pusat Pengunjung Golden Gate Park, dihiasi dengan mural dinding yang dilukis pada tahun 1936 oleh seniman Lucien Adolphe Labaudt. Mural ini menggambarkan adegan kehidupan San Francisco selama Depresi Besar dan dianggap sebagai karya seni publik yang signifikan.

Beach Chalet terdaftar di Daftar Nasional Tempat Bersejarah dan ditetapkan sebagai San Francisco Landmark #179 . Kombinasi unik antara signifikansi sejarah, warisan artistik, dan santapan yang indah menjadikannya tujuan berharga bagi penduduk setempat dan pengunjung ke San Francisco.

Kepiting cabai adalah hidangan makanan laut Asia Tenggara yang terkenal, terutama terkait dengan masakan Singapura dan Malaysia. Ini menampilkan kepiting tumis yang diselimuti saus berbahan dasar tomat dan cabai yang kental, manis, dan gurih. Terlepas dari namanya, hidangannya biasanya lebih manis dan tajam daripada sangat pedas.

Asal

Versi kepiting cabai yang diakui secara luas saat ini ditelusuri kembali ke tahun 1950-an di Singapura. Itu dibuat oleh Cher Yam Tian, yang memodifikasi resep kepiting tumisnya dengan menambahkan saus cabai kemasan sebagai pengganti saus tomat biasa. Inovasi ini mengarah pada pendirian Palm Beach Seafood Restaurant, yang mempopulerkan hidangan tersebut.

Persiapan

Secara tradisional, kepiting lumpur digunakan karena rasa yang kuat dan cakarnya yang berdaging. Kepiting dibersihkan, dicincang, lalu digoreng dalam wajan dengan campuran aromatik seperti bawang putih, jahe, dan bawang merah. Saus biasanya termasuk pasta tomat, saus cabai, dan terkadang terasi udang yang difermentasi https://www.cesmemagosabeach.com/odalar (belacan), menciptakan lapisan yang kaya dan beraroma. Telur kocok sering diaduk di bagian akhir untuk memberikan tekstur halus pada saus.

Melayani

Kepiting cabai biasanya disajikan panas, ditemani dengan roti mantou kukus atau goreng, yang sangat cocok untuk menyerap saus lezat. Ini adalah hidangan komunal, sering dinikmati bersama keluarga dan teman, dan dianggap wajib dicoba bagi pengunjung yang mencari cita rasa otentik masakan Singapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *