fbpx

Jam Biologis Tanaman: Mereka “Tidur” dan “Bangun” Seperti Manusia

Tanaman mungkin terlihat pasif, tetapi penelitian menunjukkan katrinaskitchens bahwa mereka memiliki jam biologis yang kompleks layaknya manusia. Fenomena ini disebut ritme sirkadian—proses internal yang mengatur siklus 24 jam dalam makhluk hidup, termasuk tumbuhan.

Peneliti menemukan bahwa tanaman membuka dan menutup daunnya pada waktu tertentu setiap hari, bukan hanya karena cahaya, tetapi karena jam internal mereka. Bahkan jika ditempatkan dalam ruangan tanpa cahaya, mereka tetap mengikuti jadwal alami seolah tahu kapan siang dan malam tiba.

Jam ini memengaruhi segala hal mulai dari pertumbuhan, pembukaan stomata (pori-pori daun untuk bernapas), hingga pelepasan aroma atau nektar untuk menarik serangga penyerbuk. Misalnya, bunga yang diserbuki oleh serangga malam akan membuka kelopaknya saat malam tiba.

Studi pada tanaman Arabidopsis menunjukkan bahwa mereka bisa “memprediksi” datangnya pagi dan mulai memproduksi enzim fotosintesis sebelum matahari terbit. Ini memungkinkan mereka bekerja lebih efisien saat cahaya tersedia.

Jam biologis tanaman juga penting untuk pertanian. Tanaman dengan ritme sirkadian yang sehat cenderung lebih tahan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan atau perubahan suhu ekstrem. Para ilmuwan bahkan berusaha memodifikasi jam ini untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi energi.

Fakta bahwa tanaman memiliki kesadaran waktu internal membuka pandangan baru tentang kecerdasan alami yang sering kita abaikan. Meskipun tidak memiliki otak, mereka menjalankan kehidupan yang sangat teratur dan responsif terhadap lingkungannya.

Dunia tumbuhan ternyata lebih dinamis dari yang kita bayangkan—mereka tidak hanya hidup, tapi juga “mengetahui” waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *