Panduan Lengkap Membuat Roti Sourdough di Rumah
Roti sourdough, dengan rasa khas asam dan tekstur kenyal, telah menjadi favorit banyak orang. Dengan teknik fermentasi alami, roti ini memanfaatkan ragi liar dan bakteri asam laktat yang ada di udara untuk mengembangkan rasa dan tekstur yang unik. Jika kamu tertarik untuk mencoba membuat roti sourdough di rumah, artikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah yang lengkap, mulai dari cara membuat starter sourdough hingga proses pemanggangan roti yang sempurna.
Apa Itu Roti Sourdough?
Roti sourdough adalah roti yang dibuat tanpa menggunakan ragi komersial. Sebagai gantinya, proses fermentasi dilakukan dengan menggunakan “starter” sourdough, yaitu campuran tepung dan air yang mengandung ragi liar dan bakteri asam laktat. Starter ini memberikan rasa asam yang khas pada roti, selain membantu perkembangan adonan. Roti sourdough terkenal dengan teksturnya yang kenyal, kerak yang renyah, dan rasa yang kaya serta sedikit asam.
Namun, membuat roti sourdough tidak sesederhana mencampurkan bahan dan memanggangnya. Prosesnya memerlukan kesabaran dan perhatian, tetapi dengan sedikit latihan, siapa pun bisa menghasilkan roti sourdough yang lezat di rumah.
Langkah 1: Membuat Starter Sourdough
Sourdough starter adalah kunci untuk membuat roti sourdough. Starter ini adalah campuran tepung dan air yang akan menangkap ragi liar dan bakteri dari udara sekitar untuk mulai berkembang.
Bahan-bahan:
100 gram tepung terigu (lebih baik menggunakan tepung gandum utuh untuk awalnya)
100 ml air (sebaiknya air yang tidak mengandung klorin)
Cara Membuat Starter:
Hari 1: Campurkan 100 gram tepung terigu dengan 100 ml air dalam sebuah wadah. Aduk rata hingga adonan menjadi pasta kental. Tutup wadah dengan kain atau plastik https://awesomesourdough.com/ yang agak longgar, dan biarkan pada suhu ruangan selama 24 jam.
Hari 2: Setelah 24 jam, periksa apakah ada gelembung kecil atau aroma fermentasi yang muncul. Jika belum, jangan khawatir, ini adalah proses alami. Tambahkan 50 gram tepung dan 50 ml air ke dalam campuran starter, aduk rata, dan biarkan selama 24 jam lagi.
Hari 3-7: Setiap hari, tambahkan 50 gram tepung dan 50 ml air ke dalam starter dan aduk rata. Starter akan mulai mengembang, menghasilkan gelembung, dan memiliki bau asam yang khas. Setelah sekitar 5-7 hari, starter kamu siap digunakan. Ini berarti starter sudah cukup kuat untuk mengembangkan roti sourdough.
Tips untuk Starter:
Jika starter kamu terlihat tidak berkembang atau ada bau yang tidak sedap, pastikan untuk memberi makan starter dengan tepung dan air yang segar. Jika perlu, coba menggunakan tepung gandum utuh, karena kandungannya lebih banyak mikroorganisme alami yang membantu proses fermentasi.
Selama proses ini, pastikan wadah yang digunakan tetap bersih dan tidak tertutup rapat agar udara dapat masuk dan membantu fermentasi.
Langkah 2: Mempersiapkan Adonan Roti Sourdough
Setelah starter kamu siap, saatnya untuk membuat adonan roti sourdough. Proses pembuatan adonan ini sedikit lebih lama dibandingkan roti biasa, karena adonan akan difermentasi dalam beberapa tahap untuk mendapatkan tekstur dan rasa yang optimal.
Bahan-bahan:
500 gram tepung terigu (bisa menggunakan campuran tepung gandum utuh dan tepung putih)
300 ml air
100 gram starter sourdough
10 gram garam
Cara Membuat Adonan:
Campurkan Bahan: Dalam wadah besar, campurkan tepung dan garam. Buat lubang di tengah tepung, kemudian tuangkan starter sourdough dan air ke dalamnya. Aduk bahan-bahan hingga tercampur rata dan membentuk adonan yang sedikit lengket.
Uleni Adonan: Uleni adonan dengan tangan atau menggunakan mixer dengan kait adonan. Proses pengulenan ini penting untuk mengembangkan gluten dalam tepung yang akan memberikan tekstur kenyal pada roti. Uleni selama sekitar 10-15 menit hingga adonan menjadi halus dan elastis.
Bulk Fermentation (Fermentasi Awal): Setelah adonan tercampur rata, letakkan adonan dalam wadah yang dilumuri sedikit minyak. Tutup dengan kain basah atau plastik dan biarkan fermentasi pada suhu ruangan selama sekitar 4-6 jam. Selama proses ini, adonan akan mengembang, dan kamu bisa melihat gelembung-gelembung udara terbentuk di dalamnya.
Stretch and Fold: Selama fermentasi, lakukan teknik “stretch and fold” setiap 30 menit selama 2-3 jam pertama. Caranya, ambil sisi adonan, tarik perlahan, dan lipat ke tengah. Ulangi untuk setiap sisi adonan. Teknik ini akan memperkuat gluten dan membantu adonan mengembang lebih baik.
Langkah 3: Pembentukan Adonan dan Proofing Akhir
Setelah fermentasi pertama selesai dan adonan terlihat mengembang dengan baik, langkah selanjutnya adalah membentuk adonan dan melakukan proofing akhir.
Bentuk Adonan: Setelah fermentasi, keluarkan adonan dan letakkan di permukaan kerja yang sudah ditaburi sedikit tepung. Bentuk adonan menjadi bola atau bentuk roti yang diinginkan, tergantung pada preferensi. Jika ingin mendapatkan bentuk roti yang bulat sempurna, kamu bisa menggunakan teknik “boule” (bola) atau “batard” (pada bentuk memanjang).
Proofing Akhir: Letakkan adonan yang sudah dibentuk di dalam keranjang pembuktian (proofing basket) yang sudah ditaburi tepung. Tutup dengan kain lembab atau plastik, dan biarkan fermentasi lagi selama 2-4 jam pada suhu ruangan, atau simpan di kulkas semalam untuk memperpanjang waktu fermentasi dan mendapatkan rasa yang lebih kompleks.
Langkah 4: Memanggang Roti Sourdough
Memanggang roti sourdough membutuhkan perhatian khusus untuk mendapatkan kerak yang renyah dan isi yang lembut.
Cara Memanggang:
Panaskan Oven: Panaskan oven pada suhu 250°C (482°F) selama sekitar 30 menit. Sebelum memanggang, tempatkan batu pemanggang atau loyang yang tebal di dalam oven agar panasnya merata.
Panggang Roti: Setelah oven siap, keluarkan adonan dari keranjang pembuktian dan letakkan pada kertas roti atau loyang yang telah dipanaskan. Buat beberapa sayatan di atas permukaan roti menggunakan pisau tajam atau pemotong roti untuk membantu ekspansi roti selama pemanggangan.
Panggang dengan Uap: Untuk mendapatkan kerak yang renyah, panggang roti dengan uap. Cara mudahnya adalah dengan meletakkan wadah berisi air panas di bagian bawah oven saat roti dipanggang, atau semprotkan air ke dalam oven dengan semprotan botol.
Waktu Pemanggangan: Panggang roti selama 20 menit pada suhu 250°C (482°F), kemudian turunkan suhu menjadi 220°C (428°F) dan lanjutkan memanggang selama 25-30 menit lagi atau hingga kerak roti berwarna coklat keemasan dan suara “berongga” terdengar ketika bagian bawah roti diketuk.
Langkah 5: Dingin dan Nikmati
Setelah roti matang, keluarkan dari oven dan biarkan dingin di rak pendingin selama minimal 1 jam. Hal ini penting agar tekstur dalam roti tetap terjaga dan tidak menjadi lembek. Roti sourdough yang baru dipanggang memang mengundang selera, tapi menunggu sedikit agar lebih sempurna!
Kesimpulan
Membuat roti sourdough di rumah memang memerlukan kesabaran dan perhatian, tetapi hasilnya sangat memuaskan. Dengan menggunakan starter yang tepat dan mengikuti proses fermentasi yang benar, kamu bisa membuat roti sourdough yang lezat dengan rasa asam yang khas, tekstur kenyal, dan kerak yang renyah. Setiap langkah dari pembuatan starter, adonan, proofing, hingga pemanggangan memiliki peran penting dalam menciptakan roti yang sempurna. Jadi, jangan ragu untuk mencoba membuat roti sourdough sendiri dan nikmati kelezatannya bersama keluarga!